SlameTux

Kebiasaan Baik Diawali dari Niat yang Baik

2 Oct 2015 - 08:27 WIB

Assalamu’alaikum,

Sandal Butut

“Hi Slam… Kamu masih ingat enggak kenapa aku setia menemanimu sampai saat ini?” Tanya si sandal butut padaku.

 

“Hmmm, ya jelas ingat banget lah. Kan ibu yang mengajariku untuk selalu memakaimu di saat aku keluar rumah dan bermain waktu kecil dulu” Jawabku sambil tersenyum.

 

Sambil menatapku dan dia pun berkata “Ternyata kebiasaanmu tidak pernah berubah ya Slam, buktinya sampai sekarang kamu tetap menggunakanku”.

 

Ibu mengajarkan pentingnya pola hidup bersih, salah satunya adalah memakai alas kaki (sandal). Sejak kecil, ibu selalu menyuruhku untuk memakai sandal ketika keluar rumah.

 

Ibu saya orangnya memang sangat berhati-hati dalam masalah kebersihan terutama yang namanya najis, karena najis bisa ditimbulkan dari mana saja ya salah satunya dari kotoran hewan. Maklum di desa kan banyak hewan peliharaan yang dibiarkan keluyuran ke sana kemari.

 

Selain menghindar dari yang namanya najis (disebabkan menginjak pup sembarangan), sandal bisa melindungi kaki dari berbagai macam benda tajam. Semisal paku, duri, pecahan kaca, dan lain sebagainya.

 

Ibu sering berkata pada anaknya ini (dalam bahasa Madura)

 

“Sènga’ Mon Amainnah Ngangghuy Sandal! Tako’ Ècocco’ durih. Mon Ta’ Ngagghuy Sandal Pas Sokonah Kotor, Jhe’ Maso’ Ka Romanah Orèng! Abeccho Ghelluh Sokonah Mon Maso’ah Ka Dâlem Roma!”

 

Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini artinya

 

“Awas Kalau Mau Pergi Main Dipakai Sandalnya! Takut Ketusuk Duri. Kalau Tidak Memakai Sandal Dan Kakinya Kotor, Jangan Masuk Ke Rumah Orang (Teman)! Cuci Kaki Dulu Kalau Ingin Masuk Ke Rumah Orang!” Begitulah pesan ibu kepadaku yang tetap teringat sampai saat ini.

 

Kalau dipikir-pikir sih memang benar juga, dengan menggunakan sandal maka kaki kita akan terlindungi dari yang namanya benda tajam, kotoran, dan najis.

 

Kebiasaan itu tetap dilakukan sampai saat ini, keluar dari rumah tidak enak rasanya kalau tidak memaki sandal. Melangkah satu meter saja dari rumah ke luar, rasanya aneh banget di kaki kalau tanpa kehadiranmu wahai sandal.

 

“Terima kasih Slam” Si Sandal Butut sambil senyam senyum. “Idih jangan keGRan dulu kau!” Suruhku kepadanya. Diapun mulai mengernyitkan dahinya.

 

“Kadang kau putus begitu saja tanpa memberikan kepastian padaku, hanya sekadar harapan palse belaka” Jelasku.

 

Seakan dia mau berkata padaku… “Stop! Tak usah kau jelaskan padaku!” Aku langsung memotong apa yang ingin dia katakan padaku. Ekspresinya berubah, semakin lusuh, lusuh, dan lusuh.

 

Paling benci ketika keluar rumah dan main dengan teman terus tiba-tiba si Sandal putus talinya, terpaksa harus nyeret-nyeret sandal dan terkadang ya harus nyeker sambil nentengin sandal yang sudah putus talinya.

 

Sesampainya di rumah, “Arapah Sandallah Ma’ Tè’ Èangghuy? | Kenapa Sandalnya Kok Tidak Dipakai?” Tanya ibu kepadaku.

 

Dengan wajah memelas, aku sambil menjawab pertanyaan dari ibu “Pegghâ’ Ghellâ’ Preppa’en Amaèn | Putus Tadi Waktu Bermain”. Ya begitulah jawabku, paling setelah itu disuruh cuci kaki dan pake sandal yang lain kemudian disuruh masuk ke dalam rumah oleh ibu.

 

Saking seringnya memakai sandal, ada bekas gosong akibat tersengat matahari di kaki. Ya bentuknya mirip-mirip lah dengan tali sandal.

 

Oiya ini lagi nasihat dari ibu yang penting, jangan sampai memasukkan sandal kotor (khusus dipakai di luar rumah) ke dalam rumah, karena di dalam rumah sudah disediakan sandal agar dapat meminimalisir bahkan terhindar dari yang namanya kotor dan najis.

 

“Enggak terasa ya kamu sudah terbiasa menggunakan sandal ketika keluar rumah” Goda si Sandal Butut.

 

“Iya donk, itu berkat didikan dari ibu sejak kecil kepadaku” Jawabku.

 

Kebiasaan baik diawali dari niat yang baik, so thank’s mom… Love you ❤

 

Wa’alaikumsalam.


TAGS   Blogger / Cerita / SlameTux /


Author

Blogger yang berasal dari sebuah pulau di ujung timur Surabaya, sebut saja Pulau Madura, dengan segala keterbatasan untuk terus bisa berbagi informasi dengan sesama. Aktif di berbagai jejaring sosial sebagai traveller, fotografer, designer, content writer, dan buzzer. Serta memiliki hobi jalan-jalan, fotografi, desain, dan mengulas sebuah produk / jasa.

Recent Post

Recent Comments

Archive