SlameTux

Blonek Plat-M Kembali ke Madura

13 Jan 2012 - 11:15 WIB

Blonek Plat-M Kembali ke Madura | Kali ini yang namanya Blonek Plat-M tidak lagi melanggar peraturan ataupun karena apa. Bercerita mengenai Blonek Plat-M tidak ada habis-habisnya, karena aja tingkah laku dari teman-teman Plat-M. Terkadang jahil, terkadang usil, dan terkadang bikin suasana seru dan asyik.

Blonek Plat-M semalam Sebelum Pulang

Sebagian teman-teman dari Plat-M ada yang pulang sore hari, diantaranya adalah Okie, Thoyik, Ummie dan Nuri. Mereka naik sepeda motor dari Madura - Malang dan begitupun sebaliknya, dari Malang - Madura. Blonek Plat-M semalam sebelum pulang masih nenginap di sebuah barak pengungsian angkatan darat dan bersama dengan komunitas blogger Bekasi serta dblogger yang masih berada disana. Beruntunglah kami karena masih ada teman nginap disana. Karena mungkin kecapekan, jadi kami tidak berkumpul dan tidak sharing bersama. Yang kami lakukan hanyalah istirahat untuk mengumpulkan tenaga buat pulang ke Madura.

Blonek Plat-M Usil dan Peduli

Teman-teman Plat-M sebagian ada yang bangun pagi untuk membeli tiket buat kembali pulang ke Madura. Yang pergi ke Stasiun untuk membeli tiket adalah aku tentunya, Loewyi, Wahyu, Mas Darul, Mas Fajar, dan Mas Choitul. Rencananya teman-teman yang lain ingin ikut juga, akan tetapi kami memutuskan untuk tidak mengikutsertakan mereka, karena mereka belum mandi dan shalat. Akhirnya kami ber-enam berangkat menuju ke Stasiun untuk membeli tiket. Perjalanan dari Camp Penginapan menuju ke Stasiun ditempuh sekitar 15 sampai 20 menit, dikarenakan aku dan teman-teman jalan kaki menuju kesananya. Apabila kami naik sepedamotor, paling perjalanan cuma sekitar 5 menit.

Sesampainya disana kami menyuruh si Wahyu untuk memesan tiket bagi 9 orang, karena anak Plat-M yang belum pulang ada 9 Orang. 1 orang cewek dan 8 orang cowok. Pertama si Wahyu memesan tiket untuk keberangkatan jam 7, akan tetapi untuk tiket jam 7 tujuan Malang - Surabaya sudah habis. Kemudian kami berembuk lagi untuk menentukan tiket mana yang akan dibeli, ternyata setelah ditentukan untuk tiket pulang sekitar jam 9.45 WIB. Beruntungkah tiketnya di check oleh mas Darul, dan anehnya lagi, si Wahyu hanya membeli tiket untuk 8 orang, entah mengapa dia membeli 8 tiket. Mungkin karena penjaga loket lupa atau gimana aku juga tidak mengerti. Akhirnya si Wahyu disuruh kembali lagi untuk membeli tiket 1 lagi.

Keusilan Dimulai

Selesai mendapatkan tiket yang diinginkan, kamipun kembali menuju tempat penginapan. Sesampainya disana teman-teman berencana mengerjai seorang teman cewek dari Plat-M yang bernama Ria Lyzara. Bagaimana teman-teman Plat-M mengerjai atau mengusilinya? ceritanya begini, untuk pemesanan tiket kereta, kan pertama hanya memesan untuk 8 orang. Nah untuk tiket 8 orang ini nyambung menjadi satu, karena belum dipisah/disobek. Dan untuk 1 tiket yang dipesan terakhir ini pisah dengan yang 8 tadi, akan tetapi nomernya berurutan mulai dari 9A, 9B, 9C, 9D, dan 9E. Untuk tiket selanjutnya adalah 10 A, 10B, 10C, dan 10D. Untuk yang 10D ini pisah dengan yang lainnya, jadi keusilan kami dimulai dari sini. Tiket yang terakhir yakni 10D ini disimpan, dan yang diberitahukan kepada Ria hanyalah 8 tiket pertama. Kami bilang kepada dia bahwa tiket duduk jam 10 sudah habis dan adanya hanya tiket berdiri jadi kami bilangnya hanya membeli 8 tiket saja. Mendengar hal seperti itu, kemudian dia kaget dan kurang begitu percaya. Akan tetapi, mungkin karena acting dari teman-teman yang lain itu sangatlah bagus, terutama mas Darul. Jadi si Ria sampai percaya kalau tiketnya hanya ada 8 dan untuk teman cewek yang satu ini tidak mendapatkan tiket, ceritanya begitu.

Lama kami mengerjai Ria, sampai akhirnya dia nangis-nangis karena dia pikir teman-teman tega kepada dia. Padahal kami cuma bercanda, kami hanya ingin mengetes atau sekedar menguji dia, sampai mana kesabaran dan ketabahan dia. Dengan alasan-alasan yang membuat dia percaya dan membuat dia sedikit marah serta emosi kepada teman-teman yang mengerjainya Kami menyuruh dia untuk menaiki bus sendirian, dan apabila dia ingin menaiki kereta maka dia harus membeli tiket yang berdiri. Diapun tidak mau, karena dia ingin pulang bareng-bareng.

Plat-M Peduli terhadap Sesama

Matanyya diapun sampai membengkak karena menangis, kamipun sudah tidak tega lagi. Jadi kami putuskan untuk memberitahu dia bahwa mulai tadi hanyalah bercanda dan hanya sebagai hiburan saja. Setelah tiket yang terakhir dikeluarkan, kemudian dia langsung menghentikan tangisannya serta langsung kembali ceria lagi. Ini menandakan bahwa teman-teman Plat-M tidak akan membiarkan salah satu anggotanya mengalami kesulitan sendirian. Hal ini bisa diterapkan kepada sobat blogger yang lainnya agar selalu perduli dan merangkul sesama, agar terus tetap menjadi Komunitas Blogger yang kompak dan selalu akrab.

Sarapan Pagi

Setelah selesai mengerjai salah seorang teman dari Plat-M, kemudian kami mandi karena jam pada saat itu menunjukkan jam 8. Selesai mandi, kemudian para Komunitas Blogger Bekasi berpamitan karena mereka mau pulang terlebih dahulu. Merekapun pergi tanpa Sarapan terlebih dahulu. Selang 10 menit setelah kepulangan mereka, kemudian panitia yang sedang membeli makanan akhirnya datang dan sedikit kecewa karena Komunitas Blogger Bekasi telah pulang tanpa Sarapan terlebih dahulu. Kami para Plat-M langsung mendatangi meja makan untuk melahap Nasi Pecel yang telah disediakan oleh Panitia. Sungkan rasanya karena telah menyusahkan panitia #OblongMerahMuda dari Blogger Ngalam.

Sarapan Pagi

Sarapan Pagi

Beres-beres dan Pulang

Kenyang dengan hidangan sarapan pagi yang disediakan oleh Panitia, kamipun langsung berkemas-kemas dan berpamitan kepada panitia yang masih berada disana yang setia menemani kami selama berada disana. Kamipun menuju ke stasiun kota Malang dengan berjalan kaki. 9 orang rame-rame berjalan menuju ke stasiun sungguh sangatlah seru dan mengasikkan.

Perjalanan Menuju ke Stasiun

Perjalanan Menuju ke Stasiun

Ingin rasanya kami berlama-lama disana, akan tetapi karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke Madura. Banyak hal yang didapat dari acara #OblongMerahMuda dari Komunitas Blogger Malang yakni Blogger Ngalam. Mulai dari kebersamaan, kekompakan, dan ilmu pengetahuan baru, jadi semangatku semakin bertambah ketika mengikuti HUT ke 4 Blogger Ngalam | Kota Malang. Kamipun di stasiun masih menunggu kereta, dikarenakan pada waktu itu jam masih menunjukkan pukul 9.

Menunggu kereta datang

Menunggu Kereta Datang

Kereta yang kami tunggu-tunggu akhirnya datang juga, sampai distasiun sekitar jam 10.

Kereta Telah Tiba

Kereta Telah Tiba

Kamipun duduk di gerbong 4 kursi 9A, 9B, 9C, 9D, 9E, 10A, 10B, 10C, dan 10D. 1 Set kursi depan-belakang dari 1 gerbong ini telah kami pesan. Suasana di keretapun sangatlah seru dan ramai, karena teman-teman Plat-M selalu bersemangat kapanpun dan dimanapun. Jadi perjalanan kami tidak begitu bouring, akan tetapi tetap seru dengan kebersamaan dari teman-teman Plat-M yang lainnya. Perjalanan ditempuh kurang lebih sekitar 4 jam.

Pemandangan Ditengah Perjalanan

Pemandangan Ditengah Perjalanan

Sesampainya di Stasiun Kota Surabaya atau Stasiun Semut, kami langsung menuju keluar untuk mencari Angkutan Umum yang akan membawa kami ke Tanjung perak. Perjalan dari Stasiun Semut ke Tanjung Perak sekitar 20 menit. Dan sesampainya di Tanjung Perak, kamipun langsung menuju ke Masjid Perak karena kami belum menunaikan Ibadah Shalat Ashar. Jadi kami memutuskan untuk Shalat terlebih dahulu, karena belum tentu kapal menyeberangnya akan tepat waktu.

Setelah selesai menunaikan Ibadah Shalat Ashar, kami langsung menuju ke loket untuk membeli tiket Kapal Penyeberangan. Sekitar 20 menit kami menunggu kapal yang akan bersandar ke pelabuhan, akhirnya datang juga.

Menunggu Kapal Datang

Menunggu Kapal Datang

Kamipun langsung menuju ke kapal serta duduk ditempat penumpang yang berada dilantai 1. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah perjalanan, hujanpun turun membasahi Kapal yang kami tumpangi. Sesampainya di Pelabuhan Kamal, hujan belum turun dan masih turun dengan lebatnya. Akhirnya kami memutuskan untuk menaiki sebuah angkutan umum. Aku dan Fendy berhenti di rumah Lukman untuk mengambil Sepeda Motorku yang diletakkan disana. Karena hujan tidak berhenti turun, akhirnya aku dan Fendy memutuskan untuk langsung pulang dan mengantarkan Fendy ke Kampus. Dan akupun langsung kembali ke kontrakan.

Beginilah ceritaku selama mengikuti acara HUT ke 4 Blogger Ngalam | Komunitas Blogger Malang | Kota Malang. Yakni Sehari Sebelum menghadiri HUT ke 4 Blogger Ngalam, Senam Jantung Blonek Plat-M, Hari Pertama HUT ke 4 BLogger Ngalam, Sarasehan Blogger Ngalam, Hari kedua HUT ke 4 Blogger Ngalam, Sampai Blonek Plat-M kembali lagi ke Madura. Aku ucapin banyak terimakasih kepada Komunitas Blogger Malang yakni Blogger Ngalam yang telah bersedia mengundang kami dan telah bersedia menjamu dan menerima keberadaan kami di Kota Malang.

.:Salam Blonek Plat-M:.


TAGS   Blogger / Madura / blogdetik / Kegiatan / Moment / nak-kanak blogger madura / ceritaku / HUT /


Author

Blogger yang berasal dari sebuah pulau di ujung timur Surabaya, sebut saja Pulau Madura, dengan segala keterbatasan untuk terus bisa berbagi informasi dengan sesama. Aktif di berbagai jejaring sosial sebagai traveller, fotografer, designer, content writer, dan buzzer. Serta memiliki hobi jalan-jalan, fotografi, desain, dan mengulas sebuah produk / jasa.

Recent Post

Recent Comments

Archive