Senam Jantung Blonek Plat-M
Hai sobat blogger semuanya aku kembali menulis artikel lagi, sebelumnya aku minta maaf ya karena baru sempat posting artikel. Karena mulai dari hari Jum’at aku menghadiri acara Ulang Tahunnya Komunitas Blogger Malang yakni Blogger Ngalam. Selama acara aku tidak memiliki alat dan akses untuk menulis dan memposting artikel, jadi baru kali ini aku bisa menulis sebuah artikel. Senam Jantung Blonek Plat-M, mengapa aku menulis artikel tentang Blonek? apa itu Blonek? Blonek adalah sebutan bagi para blogger yang nekat, entah nekat dalam melakukan sesuatu atau dalam perjalanan kemanapun dengan minimnya biaya. Blogger Nekat adalah kelakuan yang berani dari para sobat blogger.
Awal Cerita Blonek Plat-M
Awal cerita bermula sebelum kami, para Komunitas Blogger Madura (Plat-M) ingin menghadiri acara Ulang Tahun yang ke 4 dari Blogger Ngalam dengan tema “OBLONG MERAH MUDA” yakni Obrolan Blogger Ngalam Mengenang Sejarah Memajukan Budaya. Dari sinilah cerita dimulai mengenai Senam Jantung Blonek Plat-M. Sebelumnya aku sudah menulis artikel mengenai “Sehari Sebelum Menghadiri HUT ke 4 Blogger Ngalam”. Disana sudah dijelaskan mengenai proses kesepakatan awal dari pemberangkatan kami menuju ke kota Malang. Kesepakatan awal adalah naik bus dan naik sepeda motor, aku dan 4 orang lainnya yakni Lukman, Mas Darul, Mas Fajar, & Mas Choitul membawa sepeda motor sedangkan yang lainnya naik bus. Akan tetapi hal itu membatalkan niat kami untuk membawa sepeda motor. Ada satu kendala yang membatalkan niat kami, yakni salah satu motor teman kami mengalami kerusakan sehingga kami memutuskan untuk nekat naik kereta dari Surabaya ke Malang.
Blonek Plat-M Menyeberangi Selat Madura
Setelah selesai beres-beres dengan apa yang akan dibawa untuk menghadiri acara HUT ke 4 Blogger Ngalam, kami langsung menuju ke Pelabuhan Kamal-Bangkalan-Madura. Hujanpun turun membasahi wilayah pelabuhan Kamal. Aku dan teman-teman yang lain berlari menuju ke kapal yang akan membawa kami menyeberangi selat Madura. Kamipun basah kuyup karena kehujanan, serta akupun kecapekan karena berlari. Mungkin karena aku tidak pernah berlari, jadi aku ngos-ngosan karena tidak kuat saat membawa beban dari berat badan dan tasku ini. Sesampainya di kapal, aku langsung pusing-pusing dan rasanya ingin muntah. Ditambah lagi dengan ombak yang begitu kencang, sehingga menggoyangkan kapal yang kami tumpangi. Setelah sampai di Tanjung Perak Surabaya, kemudian kami mencari angkutan umum. Kami tawar-menawar harga dengan supir dari angkutan umum tersebut, dan akhirnya disepakati bahwa ongkos mobil untuk 5 orang adalah 12 ribu rupiah dari tanjung perak menuju ke stasiun Semut Surabaya.

Blonek Plat-M - di pelabuhan
Blonek Plat-M antara Semut dan Gubeng
Kehebatan dari teman-teman Plat-M dimulai dari stasiun semut, perjalanan kami kesana sekitar 20-30 Menit. Sesampainya disana, kamipun berencana akan membeli tiket dan kemudian kami bertanya kepada petugas yang menjual tiket. Ternyata tiket Ekonomi Jurusan Surabaya Malang telah habis terjual, atau bisa dibilang sudah Ludes. Kami langsung bersiasat dan merencanakan sesuatu agar bisa naik kereta tanpa menggunakan tiket. Salah satu teman kami, yakni mas Fajar mencari jalan masuk yang lain untuk bisa melewati penjagaan dari pihak keamanan. Setelah mas Fajar berhasil masuk, kamipun langsung disuruh untuk mengikutinya. Akan tetapi kami sempat kesasar, dan setelah mas Darul menelpon ke mas Fajar akhirnya bisa juga masuk ke dalam tanpa menggunakan karcis.
Sesampainya didalam atau diarea tunggu, ternyata kereta sudah mau berangkat. Teman-temanpun berlari mengejar kereta agar tidak ketinggalan. Aku terengah-engah dan ngos-ngosan lagi untuk yang kedua kalinya, karena berlari lagi menuju ke kereta. Kamipun dapat masuk kesalah satu gerbong kereta, dengan rasa cemas dan bangganya kami menyusuri tiap gerbong hingga bertemu dengan rombongan dari Blogger Bojonegoro. Karena kami sudah capek setelah berlari-lari, kemudian kami langsung duduk dikursi kosong sebelah Blogger Bojonegoro. Rasa cemas dan takut mengyelimuti kami berlima. Kereta berangkat menuju Stasiun selanjutnya, yakni stasiun Gubeng. Rasa gugup, takut, cemas, dan berharap agar tidak dimarahi dan tidak di usir dari kereta oleh satpam dan kondektur kereta api sangatlah membuat kami merasa bersalah.
Blonek Plat-M masih Beriman dan Patuh akan Peraturan
Selama diperjalanan, kami sangat khawatir dan sangat tidak nyaman serta dudukpun seperti ada yang mencari-cari keberadaan kami. Keringatpun membasahi baju yang kami pakai, wajah takut dan was-waspun mewarnai perjalanan kami. Setibanya di Stasiun Gubeng (masih di daerah Surabaya), kami kebingungan karena para penumpang baru masuk dan menggeser tempat duduk kami. Kami pindah ke kursi lain yang masih kosong. Rasa takut dan was-was semakin bertambah, karena kami termasuk penumpang ilegal (Tidak memiliki tiket kereta). Selang beberapa menit kemudian, mas Fajar langsung turun untuk memeriksa dan bertanya kepada petugas penjual tiket apakah masih ada tiket untuk jurusan Surabaya Malang atau tidak. Ternyata tiketnya masih ada dan pemberangkatannya sekitar jam 7, akhirnya kami putuskan untuk turun dan membeli tiket. Setelah turun, teman-teman yang lain bertanya kepada mas Fajar, untuk tiketnya itu tiket bisnis atau ekonomi. Nah disini teman-teman mulai bingung lagi, karena kalo misalnya tiket yang ada itu adalah tiket bisnis/eksekutif maka apeslah kami dan apabila tiket yang ada adalah kelas ekonomi maka beruntunglah kami. Dan ternyata tiket untuk kelas ekonomi masih ada, beruntunglah kami pada waktu itu.
Karena kami belum menunaikan ibadah shalat ashar, jadi kami masih menuju ke Mushollah yang ada disana untuk menunaikan ibadah shalat ashar. Mungkin Allah memberikan jalan lain untuk kami agar tidak melanggar peraturan, dan karena tidak melanggar peraturan itulah kami bisa melaksanakan ibadah shalat ashar dan shalat maghrib secara tepat waktu. Bayangkan saja coba jikalau kami langsung berangkat tanpa ada tiket dan belum shalat ashar, pasti kami akan was-was selama di perjalanan dan pasti akan sungguh sangat berdosa karena telah melalaikan perintahNya. Akan tetapi kami sangat beruntung bisa turun untuk membeli tiket dan shalat tepat waktu. Jadi Blonek itu tetap harus beriman dan mematuhi semua peraturan yang ada.
Blonek Plat-M Menunggu, Berangkat, dan Tiba
Sekitar 2 jam kami menunggu datangnya kereta dan adzan maghrib, kami sambil ngobrol dan tertawa terbahak-bahak karena kejadian yang terjadi sejak keberangkatan dari Pelabuhan kamal hingga sampai di Stasiun Gubeng. Setelah selesai Shalat Maghrib, akhirnya kami menuju ke Peron untuk menunggu datangnya kereta. Tak lama kemudian akhirnya kereta datang, dan kami langsung masuk ke dalam kereta dan mencari tempat duduk yang telah tertera di tiket kami. Kami berangkat sekitar jam 7 malam, perjalanan ditempuh sekitar 3 jam dan sampai dikota Malang sekitar jam 10an. Sesampainya disana kami dijemput oleh Panitia dari acara Oblong Merah Muda dalam rangka HUT ke 4 Blogger Ngalam, dan langsung diantarkan ke tempat penginapan kami yakni di sebuah Camp/Barak Tentara (Resimen Induk Kodam V/Brawijaya Depo Pendidikan Bela Negara) di Kota Malang.

Blonek Plat-M - di kereta

Blonek Plat-M - di stasiun kota malang
Makan Bersama dan Istirahat
Selama 7 jam perjalanan, mulai dari berangkat dari Pulau Madura hingga sampai di Kota Malang. Kami sangat kelelahan dan kelaparan, beruntunglah kami sesampainya disana. Para panitia menyediakan makanan untuk para peserta dan tamu undangan. Setelah selesai makan-makan dan shalat, kamipun istirahat karena untuk mempersiapkan tenaga buat besok agar tidak mengantuk disaat mendengarkan materi yang disampaikan nantinya. Sebelum tidur, kami berbincang-bincang dengan yang lainnya. Maklumlah hari pertama, pasti banyak hal ingin dilakukan untuk lebih mengenalkan diri kepada yang lainnya dan untuk mendapatkan ilmu baru agar bisa bermanfaat bagi kami.














memang bener dah senam jantung….. semua rasa bercampur jadi satu.
hohohoho…. fotoku nampang noch.
[Balas Komentar]
SlameTux Balasan:
Januari 10th, 2012 at 9:46 am
Ampun dah, gak kepengen lagi aku seperti itu… tapi seru banget kok…
[Balas Komentar]
sesuatu yah
[Balas Komentar]
SlameTux Balasan:
Januari 10th, 2012 at 10:07 am
Sesuatu banget ya…
[Balas Komentar]
mantabs bro
eh sorry banget lupa pamit, sumpah lupa
salam yah buat teman2
Semangat membangun komunitas yah
*siap dukung
[Balas Komentar]
SlameTux Balasan:
Januari 10th, 2012 at 1:12 pm
Okey, terimakasih ya masbro…
[Balas Komentar]
wkakakakaka.,,,,
udah biasa mas bro penumpang ilegal bahkan ilegal dari petugasnya…
seng penting WANI PIRO…
[Balas Komentar]
SlameTux Balasan:
Januari 10th, 2012 at 1:13 pm
Sekarang peraturan dari perkeretaapian sudah ketat masbro, beda sama yang dulu…
[Balas Komentar]
fotokyu manyaaa? :3
*meeooonkk~*
[Balas Komentar]
SlameTux Balasan:
Januari 11th, 2012 at 2:41 pm
Ada kok, tapi gak ada disini. ada di hardisku. hehehehe
waduh… pake meonk lagi…
[Balas Komentar]
Mendengar ceritanya jadi menegangkan, dan saya suka foto yang paling terakhir
[Balas Komentar]
SlameTux Balasan:
Januari 11th, 2012 at 2:45 pm
Untuk foto yang paling terakhir itu Kameranya diletakkan di sebuah mobil picup…hehehe
[Balas Komentar]
Bah ada penumpang ilegal, awas ditangkap polisi dan masuk teve
[Balas Komentar]
SlameTux Balasan:
Januari 13th, 2012 at 2:03 pm
Tapi beruntung banget bang, gak sampe ketahuan sama kondektur dan satpamnya… hehehe
[Balas Komentar]