Feed Button
Twitter Button
Facebook Button

Karapan Sapi Menduniakan Madura

Karapan Sapi menduniakan Madura? Bagaimana bisa Karapan Sapi menduniakan Madura? Pasti banyak sekali pertanyaan dari para sobat blogger dengan Karapan Sapi. Bagi yang belum mengerti apa itu Karapan Sapi, bisa langsung membaca artikel yang aku buat ini. Salah satu cara untuk menduniakan Madura, untuk mengenalkan Madura, dan untuk memperkaya konten positif yang ada di Madura adalah dengan Karapan Sapi.

Karapan Sapi

Karapan Sapi

Karapan Sapi Merupakan Konten Positif

Karapan Sapi menjadi obrolan tentang Madura yang ke dua pada HUT ke 2 Plat-M. Plat-M sengaja mengangkat konten positif tentang Madura, karena ingin menduniakan Madura melalui konten positif yang ada di Madura ini. Salah satunya adalah Karapan Sapi. Mengapa memilih Karapan Sapi? karena Karapan Sapi merupakan salah satu konten positif yang ada di pulau Madura. Madura mulai dari dulu hanya dikenal dengan Carok dan kekerasan orangnya, akan tetapi dari segi yang lainnya misalnya wisata kuliner, tempat wisata, ataupun kebudayaan dan tradisinya Madura kurang dikenal. Nah dari segi inilah aku tertarik untuk mengangkat judul “Karapan Sapi Menduniakan Madura“, agar Madura lebih dikenal oleh masyarakat luas baik didalam maupun diluar negeri.

Silsilah Karapan Sapi

Karapan Sapi disini bukanlah hanya sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun, melainkan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Madura itu sendiri. Sehingga bisa mengangkat derajat dan martabat masyarakat madura. Menurut bapak Hidrocin Sabarudin sebagai Budayawan Madura, yakni selaku pemateri di acara HUT ke 2 Plat-M kemarin menyatakan bahwa Karapan Sapi pertama kali diperkenalkan oleh pangeran Katandur yang berasal dari sebuah pulau kecil yang ada di Madura. Pulau tersebut bernama pulau Sapudi, pulau ini terletak di kabupaten Sumenep. Pada awalnya pangeran Katandur hanya ingin menggunakan tenaga sapi untuk membajak sawah, karena tanah sawah yang ada di pulau itu gersang dan tidak subur. Maka dari itulah Pangeran katandur berencana untuk mengolah tanah persawahan tersebut agar bisa dibuat untuk bercocok tanam. Setelah beberapa lama kemudian karena dirasakan manfaat dari penggunaan sapi ini, maka setiap kali panen sukses dan panen melimpah ruah masyarakatpun ikut serta didalam bercocok tanam tersebut dengan bantuan sepasang sapi didalam mengolah tanah aga bisa ditanami.

Awal Mula Karapan Sapi

Setiap kali panen tiba dan banyak sekali masyarakat yang bergembira atas keberhasilan panen mereka, maka diadakanlah lomba balapan sapi disawah yang telah dipanen tersebut. Tujuannya hanya untuk menghibur masyarakat saja. Pada pelaksanaannyapun hanya disawah yang becek dan berlumpur. Pada waktu itu lomba balapan sapi hanya diiringi dengan teriakan dari mulut serta pukulan atau kepakan dari telapak tangan sang pengemudi yang mengarah ke pantat atau bokong sapi. Seiring dengan berjalannya waktu, balapan sapi berganti nama dengan Karapan Sapi. Karapan atau kerapan berasal dari kata kerap atau kirap yang artinya adalah berangkat dan dilepas secara bersamaan dan dalam bahasa arab adalah kirabah yang artinya persahabatan. Nah dari sinilah karapan sapi mulai dikenal dan diketahui oleh masyarakat di Madura.

Karapan Sapi itu Sendiri

Karapan sapi merupakan nama lain dari lomba balapan sapi. Biasanya dalam sepasang sapi yang akan diperlombakan terdapat 2 sapi, yakni sapi sebelah kanan dan sapi sebelah kiri. Untuk yang sebelah kanan biasanya disebut Pangluar, dan untuk yang sebelah kiri biasanya disebut dengan Pangdalam. Karapan sapi itu sendiri adalah lomba mengadu sepasang sapi yang satu dengan yang lainnya menggunakan kaleles. Kaleles adalah tempat atau alat yang digunakan oleh seorang joki karapan sapi untuk menaiki sepasang sapi karapan ini dan untuk menyatukan sapi ini menggunakan pangonong yang dipasang di punggung kedua sapi, sehingga kedua sapi ini bisa menjadi satu dan searah. Pada intinya, kaleles dan pangonong itu tersambung menjadi satu dan kemudian dipasang pada 2 ekor sapi karapan itu.

Untuk jarak dan lintasan dari perlombaan pacuan tradisional ini pada umumnya panjangnya sekitar 100 sampai 150 meter dengan lama pacuan sekitar 10 sampai 15 detik, karena kecepatan dan ketangkasan dari lari sapi itu yang sangat liar. Pelaksanaan karapan sapi biasanya diiringi dengan upacara khusus oleh para pemilik sapi karapan sebelum perlombaannya dimulai. Biasanya sebelum perlombaan berlangsung, setiap pasangan sapi karapan akan diarak mengelilingi arena Karapan Sapi dan diiringi dengan alat musik yang bernama Seronenan (Musik tradisional khas Madura).

Berbagai Macam Karapan Sapi

Dipulau Madura ini terdapat beberapa macam perlombaan Karapan Sapi, diantaranya adalah: Karapan Sapi Kecil atau biasanya sering disebut dengan Karapan Sapi Kene’, Karapan Sapi jenis ini biasanya diadakan di tingkat kecamatan dan pemenang dari lomba tingkat ini bia mengikuti Karapan Sapi Besar. Selanjutnya ada Karapan Sapi Besar atau yang sering disebut Karapan Sapi Raja atau kerap Gubeng, Karapan Sapi jenis ini biasanya juga disebut dengan Karapan Negara dan biasanya diadakan di ibukota kabupaten dan peserta dari Karapan Sapi jenis ini adalah pemenang dari tingkat sebelumnya. Kemudian Karapan Sapi Undangan atau yang sering disebut dengan Karapan Sapi Onjengan, Karapan Sapi Jenis ini diikuti oleh peserta yang diundang, baik dari dalam maupun dari luar kabupaten. Berikutnya adalah Karapan Sapi tingkat Karesidenan, Karapan Sapi jenis ini biasanya diikuti oleh para pemenang dari empat kabupaten yang ada di Pulau Madura. Karapan Sapi ini adalah acara Puncak yang biasanya diadakan dikota Pamekasan untuk mengakhiri musim karapan sapi, disini memperebutkan Piala Presiden. Dan yang terakhir adalah Karapan Sapi Latihan atau yang sering disebut dengan Jher-Ajheren, Karapan Sapi jenis ini biasanya tidak tentu pelaksanaannya dan biasanya diadakan sesuai dengan kesepakatan antar pemiliknya atau sesuai dengan para pelatih sapi Karapan tersebut.

Pihak yang Terlibat dalam Karapan Sapi

Karapan Sapi merupakan salah satu jenis perlombaan yang melibatkan berbagai pihak didalamnya, pihak-pihak yang dimaksud adalah orang yang ikutn mensukseskan Karapan Sapi. Orang-orang yang dimaksud adalah: Ada orang yang mengendalikan Sapi Karapan pada saat perlombaan, biasanya disebut dengan tukang Tongko’. Kedua adalah orang yang menggertak atau berteriak-teriak kepada sapi agar pada saat dilepas maka sapinya akan berlari cepat dan kencang, biasanya disebut dengan tukang Gettak. Selanjutnya orang yang bertugas untuk menarik dan menuntun sapi karapan agar patuh dan mau terhadap perintah pelatih, biasanya disebut dengan tukang Tonja. dan yang terakhir adalah orang-orang yang bertugas sebagai suporter bagi sapi-sapi yang didukungnya, biasanya disebut dengan tukang Gubra.

Tempat dan Pelaksanaan Karapan Sapi

Karapan sapi dimulai dengan upacara sebelum memulai perlombaan, dengan diiringi musik tradisional khas pulau Madura yakni Seronenan. Setelah selesai Upacara, maka saatnyalah perlombaan Karapan Sapi dimulai. Dua pasang sapi dilepas diarena pacuan sapi karapan, sapi-sapi tersebut berpacu dengan kecepatan yang sangat tinggi karena disemangati oleh seorang joki yang menungganginya. Sapi-sapi tersebut melaju sampai garis finish dan tak lupa pula sang joki menghentikan laju dari sapi-sapi yang ditungganginya dengan cara meloncat ke punggung dari sapi tersebut. Tujuannya agar tidak menabrak para penonton yang ada di sekitar garis finish. Sedangkan ditepi arena, dibatasi dengan pagar yang terbuat dari bambu. Para penonton menyaksikan perlombaan ini dari pinggir arena, tepatnya dibalik pagar yang terbuat dari bambu itu. Teriakan dan gemuruh dari para penonton yang menyaksikan disamping arena membuat suasana perlombaan menjadi semakin seru dan meriah. Apalagi ketika sapi karapan telah sampai di garis finish, maka riuh dan gemuruh dari penonton tambah menggubrak arena. Karapan Sapi biasanya diadakan dilapangan terbuka yang terdapat di tiap-tiap kota kabupaten di pulau Madura. Yakni di Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep.

karapan sapi di madura

karapan sapi di madura

Keuntungan dan Nilai Kebudayaan dari Karapan Sapi

Karapan sapi telah menjadi sebuah identitas serta merupakan simbol dari keperkasaan pulau Madura. Dari segi pariwisata, Karapan Sapi merupakan pemasok utama untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena dari sektor inilah para Wisatawan Mancanegara (Luar Negeri) dan Wisatawan Domestik (Dalam Negeri) berkunjung ke pulau Madura untuk menyaksikan kelincahan, keperkasaan, dan kecepatan dari laju sapi karapan itu. Serta sekaligus melihat keberanian, kelihaian, dan kepiawaian dari para joki yang sedang mengendalikan sapi tunggangannya.

Karapan Sapi ini mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai acuan didalam menjalani kehidupan ini. Banyak sekali nilai-nilai yang dapat diambil didalamnya. Diantaranya adalah nilai kerja keras, dari nilai ini menunjukkan adanya Kerja Keras dari seorang pelatih didalam proses pelatihan sapi karapan sehingga menjadikan sapi kuat dan tangkas. Selanjutnya adalah nilai Kerjasama, dari nilai ini sudah dapat diketahui adanya kerjasama antara peserta lomba dengan para pendukung atau suporter. Berikutnya adalah Nilai persaingan, dari nilai ini sudah dapat diketahui adanya persaingan antar peserta ketika perlombaan sudah dimulai. Masing-masing peserta berusaha agar sapinya dapat menjadi juara atau pemenang. Nilai yang selanjutnya adalah nilai ketertiban, dari nilai ini tidak hanya ditunjukkan oleh para peserta lomba saja, akan tetapi juga para penonton yang menyaksikan perlombaan Karapan Sapi ini. Dan yang terakhir adalah nilai sportivitas, dari nilai ini bukan hanya pada saat perlombaan Karapan Sapi berlangsung akan tetapi pada saat kalahpun harus menerima dengan lapang dada.

Menduniakan Madura melalui Karapan Sapi

Karapan Sapi adalah salah satu konten positif yang bisa menduniakan Madura. Banyak sekali nilai-nilai positif yang dapat diambil dan dapat dibuat pelajaran bagi para sobat blogger yang lainnya. Karapan Sapi merupakan salah satu kebudayaan yang berada di pulau Madura, Provinsi Jawa Timur. Kebudayaan ini perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak punah ditelan waktu. Mengapa aku membuat judul “Karapan Sapi Menduniakan Madura”? karena dari kebudayaan inilah mudah-mudahan Madura bisa lebih dikenal dan lebih familiar bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.

Artikel ini sangatlah pas untuk diikutkan ke dalam lomba semi SEO yang diadakan oleh Plat-M dengan tema “Karapan Sapi“. Ini semua untuk meningkatkan dan memperbanyak konten lokal dan konten positif tentang Madura. Aku mengajak kepada para sobat blogger agar memperbanyak konten lokal dan konten positif, tujuannya adalah agar tulisan kalian tidak sia-sia belaka dan tidak hanya menjadi sampah di dunia maya. Semangat buat Plat-M, Salam BloggerNusantara, dan terimakasih kepada idblogNetwork karena aku XLaluCintaIndonesia.

Sumber Foto: www.disnak-jatim.go.id & ded3w.student.umm.ac.id


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


Jangan Lupa Share Artikel ini Okey :

  • TwitThis
  • Facebook
  • Google
  • Tumblr
  • Print this article!

180 Responses to “Karapan Sapi Menduniakan Madura”

  1. bloqaditaaz says:

    kapan bisa lihat langsung. pengen lihat

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Ya ditunggu saja untuk jadwalnya…

    [Balas Komentar]

  2. kakaakin says:

    Keknya aku pernah baca, nama madura sedang dipakai di salah satu tipe mobil terkenal. Mobil apa ya? Aku lupa, hehe…

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Mobil Lamborghini, salah satu designer dari mobil sport itu datang ke Madura dan sesampainya di Madura pada waktu itu pas ada Karapan Sapi. Jadi design mobil terinspirasi dari Karapan Sapi dan diberi nama Lamborghini Madura. Begitu ceritanya… :)

    [Balas Komentar]

    phrairin Balasan:

    iya om, si Slavche Tanevsky ya

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Yuph benar banget, dia mahasiswa yang merancang design mobil Lamborghini Madura. :) mudah-mudahan ada hasil pasti dari design mobil tersebut, biar orang madura bangga dengan Karapan Sapinya.

  3. phrairin says:

    kagak nyangka om, bnyak bgt komentarnya om, moga menang aja dah…

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Hehehe… amin… terimakasih ya masbro sudha berkunjung ke blogku… :)

    [Balas Komentar]

    Nusa dua hotels Balasan:

    Tentunya meriah sekali iya mas dengan di adakan perlombaan karapan sapi, sayangnya di kota kediri tidak ada :(. Perlombaan ini hanya terdapat di madura saja atau tidak mas..?? belum pernah liyat uey :D.

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Kalo Karapan Sapi hanya terdapat dan berasal dari Pulau Madura, untuk di daerah lain tuh ada juga yang namanya Karapan Kerbau (di bali) dll. :)

  4. atdayyan says:

    selain itu, sapinya juga bisa di sate, bener nggak ?

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Wah bener banget, jadinya Sate Madura… hehehehe :D

    [Balas Komentar]

    Anas Balasan:

    @SlameTux, dijadikan dendeng juga bisa :D

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    iya mantap banget lho rasanya… :D

  5. beoding says:

    lewat social media, bisa lah mendunia :) , semoga menang ya lombanya ;)

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Ya mudah-mudahan saja Madura bisa Mendunia… :)

    [Balas Komentar]

  6. Ely Meyer says:

    met tahun baru ya :)

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Ya sama-sama :)

    [Balas Komentar]

  7. lutfi says:

    selamat mas fazza, walopun ga boleh ikut di lomba semi seo nya Plat M tapi tulisan karapan sapinya udah nangkring di page 2 google, bahkan sempat d page 1.

    trims ya, aq coba praktekkan petuah mas fazza, kini ‘karapan sapi’ ku udah d page 3, n kata ‘lutfi’ udah di page 1 senengnya hatiku.

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Iya pak, si mas Faja memang the best kalo masalah SEO… :)

    [Balas Komentar]

  8. lutfi says:

    lho selain di blog pak ariefew, ternyata komen u mas faza jg nangkring di sini *tambah bingung* ^%$%^#%$^#$^&*^

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Semangat donk pak… :D

    [Balas Komentar]

  9. jual karpet says:

    waaah GO MADURA

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Yuph benar, lagi menggembar-ngemborkan Madura nie…

    [Balas Komentar]

  10. Anas says:

    semoga menang kontes semi SEOnya.. memang, karapan sapi ini hanya ada di madura. the only one gak ada duanya..
    selamat berjuang

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Iya terimakasih masbro atas dukungannya… :)

    [Balas Komentar]

  11. Evi says:

    Waktu SD saya sering menghapal bahwa karapan sapi berasal dari Madura. Namun karena belum pernah berkunjung ke sana, belum pernah pula nontonnya secara live. Suatu saat insya Allah semoga diijinkan oleh penguasa alam semesta agar saya sampai di sana. Sekalian nyobain nyeberang di jembatan Suramadu :)

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Iya mbak… semangat ya… mudah-mudahan bisa ke Pulau Madura lagi… :)

    [Balas Komentar]

  12. Wah makin ngerti tentang karapan sapi, trims. salam

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Ya mudah-mudahan saja memang mengerti… :)

    [Balas Komentar]

  13. Baida says:

    saya mengenal karapan sapi hanya via media …
    ke depan saya ingin melihatnya langsung ….

    Salam,

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Amin… ya mudah-mudahan saja bisa berkunjung ke Madura untuk melihat Karapan Sapi secara langsung… :)

    [Balas Komentar]

  14. Putrie Jrs says:

    Hiduup Karapan Sapi..!!!

    *speechless saat lihat komentarnya banyak banget

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Hehehe… masak sampe terdiam? ya mudah-mudahan saja Karapan Sapi bisa Menduniakan Madura.

    [Balas Komentar]

  15. joshap says:

    Met bagi2 dunk Ilmu SEOnya,heheh oh ya ada kabar bahwa karapan sapi madura akan menjadi karapan sapi indonesia…http://joshap.com/2011/12/31/karapan-sapi-untuk-madura-untuk-indonesia/

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Iya cuma dibutuhkan kesabaran aja joe untuk itu semuanya… :)

    [Balas Komentar]

  16. TreTans.com says:

    Punya nge-drop langsung paling bawah….

    Tuoooolloooonngggg.. :lol:

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    apanya yang nge-drop? :D

    [Balas Komentar]

  17. joshap says:

    met jokinya itu biasanya berumur berapa ya?

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Yang penting dia bisa mengarahkan sapi-sapinya aja joe, meskipun umur 15 atau lebih dari itu bisa…

    [Balas Komentar]

  18. Joko Saputra says:

    met, menyapa ja…hehhe

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Okey, diterima sapaannya…

    [Balas Komentar]

  19. joko saputra says:

    jamunya buat sapinya supaya kuat dan kenceng larinya apa ya met,mgkn manusia juga bisa minumnya,hehehh biar kenceng larinya dan kuat

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Biasanya tellor ayam kampung joe dicampur dengan ramuan-ramuan yang lainnya agar lari sapi cepat dan kuat… mungkin dirimu bisa mencobanya… hehehehe :D

    [Balas Komentar]

  20. Joshap says:

    wah natr kalo q nyoba jamu itu,lariq kyk kesetanan soalnya pasti pahit bgt…hheheh..dan eneg

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Bukan hanya itu, pasti dirimu bisa berbunyi seperti SAPI juga… hehehe :D

    [Balas Komentar]

  21. Joshap says:

    wkwkkwk,masak met…wah keren dunk

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Yuph tul joe…

    [Balas Komentar]

  22. Joshap says:

    kamu dapet desa apa met,bulan2 gini ada omba karapan sapi gak ya…enak kalo pas KKN ada karapan sapi…

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Aku dapet desa Taraban, kalo masalah ada gaknya aku kurang tau. Ya mudah-mudahan saja gak ada, soalnya lagi KKN :D

    [Balas Komentar]

  23. tina latief says:

    mana postingan terbarunya met??

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Oiya mengenai postinganku ya, untuk yang karapan sapi memang tak letakkan di paling atas atau dinamakan dengan Sticky Post. Nah untuk yang terbaru ada dibawahnya, kalo gak percaya silahkan di check! hehehe
    Aku selalu update tiap hari kok ini semua untuk mewujudkan resolusi di tahun 2012 ini.

    [Balas Komentar]

  24. asmadie says:

    sebagai orang indonesia dan cinta MADURA!
    gw salut dengan mas slame yang mau menyajikan konten lokal tentang kerapan sapi.
    saluutt bangett dahh,,,

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Terimakasih ya masbro… mudah-mudahan dengan Karapan Sapi ini bisa membuat madura lebih maju lagi dan dikenal oleh orang banyak :)

    [Balas Komentar]

  25. Joshap says:

    wah…ow ya2…lek gak gitu pak klebunnya punya sapi buat karapan sapi,enak tuh,bisa thu cara merawat sapinya…hehhe :)

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Yuph betul banget tuh… :)

    [Balas Komentar]

  26. mantab indonesia, dan harus selalu kita pertahankan dan lestarikan kebudayaan kayakk gini

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Iya semoga kebudayaan di Indonesia ini tidak punah ditelan masa.

    [Balas Komentar]

  27. rotyyu says:

    Tambah gila aja ini postingan ya, udah seratusan lebih komennya :D

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Hehehe, biasa aja bang. jadi sungkan nie aku… :D

    [Balas Komentar]

  28. wah …. tulisannya bagus

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Ya terimakasih… :)

    [Balas Komentar]

  29. jane says:

    karapan sapi itu setiap bulan apa ya kebetulan saya ingin membuat dokumentasi ttg karapan sapi secara langsung…

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Biasanya ada jadwalnya sendiri, tidak setiap bulan Karapan Sapi itu diadakan…

    [Balas Komentar]

  30. soesilo adji says:

    bagus sekali artikelnya sobat..sangat menarik..

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    Terima kasih banyak… :D

    [Balas Komentar]

  31. bagus sekali sobat postingnya.. salam kenal ya..

    [Balas Komentar]

    SlameTux Balasan:

    ya salam kenal balik…

    [Balas Komentar]

Leave a Reply